Aplikasi JavaScript

Aplikasi JavaScript

Akhmad Daniel Sembiring & Onno W. Purbo
Computer Network Research Group (ITB)
JavaScript merupakan bahasa pemrograman script (scripting language) guna mendukung tampilan halaman web yang lebih interaktif dibandingkan program CGI. Dengan JavaScript sebuah halaman web bersifat lebih “mandiri” terhadap servernya karena dapat memproses masukan user, tanpa harus berkomunikasi lagi dengan server, sehingga dapat mempercepat keluaran yang diinginkan user, dan menghemat bandwidth saluran komunikasi.

Tulisan ini mencoba mengemukakan sebuah contoh aplikasi JavaScript berupa kalkulator yang menjumlahkan total harga beberapa produk yang dipilih user

Tulisan ini ditujukan untuk pembaca yang ingin mempelajari JavaScript, terutama untuk webmaster penyedia jasa internet yang memeperhatikan kepuasan pelanggannya.

Kalkulator

Aplikasi ini mengambil contoh sebuah perusahaan yang menjual produknya di internet. Produk-produk itu terdiri dari beberapa kategori seperti: sepatu, celana panjang, dan pakaian. Setiap kategori produk terdiri dari beberapa merk yang masing-masing memiliki harga tertentu. User dapat memilih salah satu merk pada setiap kategori, dan dapat mengetahui total harga produk yang telah ia pilih dengan menekan tombol total.

Bentuk tampilan halaman webnya kira-kira seperti gambar di bawah ini:

Source code halaman web di atas beserta JavaScriptnya (tercetak dalam huruf bold) adalah sebagai berikut:

Baris
Code
1. <html><head>
2. <meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″>
3. <title>Pilihan Produk</title>
4. </head>
5.
6. <h1>Pilihan Produk</h1>
7. <table border=”0″ cellpadding=”2″>
8. <tr>
9. <td align=”center” colspan=”2″ width=”15%” bgcolor=”#808080″>
10. <font color=”#FFFFFF”><strong>Kategori</strong></font></td>
11. <td align=”center” colspan=”3″ bgcolor=”#808080″>
12. <font color=”#FFFFFF”><strong>Merek</strong></font></td>
13. <td align=”center” bgcolor=”#808080″>
14. <font color=”#FFFFFF”><strong>Total</strong></font></td>
15. </font>
16. </tr>
17. <tr>
18. <form>
19. <td colspan=”2″ width=”15%” bgcolor=”#C0C0C0″>Sepatu: </td>
20. <td width=”25%” bgcolor=”#FFFF80″><input type=”radio”
21. name=”Nike” value=”nike” onclick=”form.sepatu_value.value= 90000″>
22. <strong>Nike</strong> <br><font size=”2″>Rp 90,000</font></td>
23.
24. <td width=”25%” bgcolor=”#FFFF80″><input type=”radio”
25. name=”Nike” value=”aldo” onclick=”form.sepatu_value.value= 80000″>
26. <strong>Aldo</strong> <br><font size=”2″>Rp 80,000 </font></td>
27
28. <td width=”25%” bgcolor=”#FFFF80″><input type=”radio”
29. name=”Nike” value=”addidas” onclick=”form.sepatu_value.value= 60000″>
30. <strong>Addidas</strong> <font size=”2″><br>Rp 60,000 </font></td>
31.
32. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFF80″><input type=”text” size=”13″
33. name=”sepatu_value” value=”0″> </td>
34. </form>
35. </tr>
36. <tr>
37. <form>
38. <td colspan=”2″ width=”15%” bgcolor=”#DEDEDE”>Celana Panjang: </td>
39. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFFD5″>
40. <p><input type=”radio” checked name=”Nike” value=”Executive99″
41. onclick=”form.celana_value.value= 40000″><strong>Executive 99</strong>
42. <font size=”2″>Rp 40,000</font></p>
43. </td>
44. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFFD5″>
45. <p><input type=”radio” name=”Nike” value=”Marido”
46. onclick=”form.celana_value.value= 50000″><strong>Marido</strong>
47. <br><font size=”2″>Rp 50,000</font></p>
48. </td>
49. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFFD5″>
50. <p><input type=”radio” name=”Nike” value=”Alabamas”
51. onclick=”form.celana_value.value= 35000″><strong>Alabamas</strong>
52. <font size=”2″><br>Rp 35,000 </font></p>
53. </td>
54. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFFD5″><input type=”text” size=”13″
55. name=”celana_value” value=”0″> </td>
56. </form>
57. </tr>
58. <tr>
59. <form>
60. <td colspan=”2″ width=”15%” bgcolor=”#C0C0C0″> Pakaian: </td>
61. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFF80″>
62. <input type=”radio” name=”Nike” value=”Van Heusen”
63. onclick=”form.pakaian_value.value= 45900″><strong>Van Heusen</strong>
64. <br><font size=”2″>Rp 45,900</font></td>
65.
66. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFF80″>
67. <input type=”radio” name=”Nike” value=”Arrow”
68. onclick=”form.pakaian_value.value= 60000″><strong>Arrow</strong>
69. <br><font size=”2″>Rp 60,000</font></td>
70.
71. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFF80″><font color=”#000000″>
72. <input type=”radio” name=”Nike” value=”Watch out”
73. onclick=”form.pakaian_value.value= 55950″><strong>Wacth out </strong></font>
74. <br><font size=”2″>Rp 55,950</font></td>
75.
76. <td width=”15%” bgcolor=”#FFFF80″><font color=”#000000″><input
77. type=”text” size=”13″ name=”pakaian_value” value=”0″> </font></td>
78. </form>
79. </tr>
80. <tr>
81. <td colspan=”4″></td><td valign=”top” align=”center” bgcolor=”#F2F2F2″>
82. <form>
83. <input type=button value=”Total Harga” name=”total”
84. onClick=’var total=eval(parseInt(document.forms[0].sepatu_value.value) +
85. parseInt(document.forms[1].celana_value.value) +
86. parseInt(document.forms[2].pakaian_value.value));
87. form.total_value.value=”Rp ” + total;’>
88. </td><td bgcolor=”#F2F2F2″><input type=”text” size=13 name=”total_value”>
89. </form></td>
90. </tr>
91. </table>
92 </body></html>

Langkah-langkah pengembangan aplikasi

Pertama-tama kita buat tiga buah pilihan kategori yang masing-masing terdiri dari tiga buah pilihan merek yang diwakili oleh masing-masing sebuah radio buttons. Jika user men-click salah satu dari ketiga radio buttons itu, kita harus menampilkan harganya pada text box di sebelahnya. Karena kita gunakan event handler “onClick” dari setiap radio button. Lihat pada baris 21, 25, 29, 41, 46, 51, 68, dan 73.

Kemudian kita buat sebuah button dengan label ” Total Harga ” dan sebuah textbox yang menampung harga total. Lihat baris 83.

Jika button itu di-click, jumlah total dari ketiga textbox dari ketiga kategori akan ditampilkan di textbox terakhir ini. Kita gunakan event handler “onClick” pada button, dan sebuah proses penjumlahan sederhana pada baris 84 – 86. Function “pareseInt()” kita gunakan agar jumlah total berupa angka integer dan bukan string. Jika kita tifak gunakan function ini maka hasil dari “1+2″ akan sama dengan “12″. Function “eval()”, mengevaluasi string menjadi angka integer.

Terakhir, untuk menampilkan harga total dengan awalan tanda “Rp “, kita gunakan perintah sebagai berikut:

form.total_value.value=”Rp ” + total

Lihat baris 87.

Penutup

Demikian sebuah contoh aplikasi JavaScript yang memungkinkan interaksi antara server Web dengan penguna Internet.

Published in: on October 9, 2007 at 3:20 am Leave a Comment

Struktur dasar HTML

Struktur dasar HTML

HTML (Hypert Text Markup Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan halaman web. Dalam penggunaannya sebagian besar kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan </namatag> (terdapat tanda “/”).

Sebuah halaman web minimal mempunyai empat buat tag, yaitu :

<HTML> Sebagai tanda awal dokumen HTML.

<HEAD> Sebagai informasi page header. Di dalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.

<TITLE> Sebagai titel atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam tag ini akan muncul pada bagian paling atas browser Anda (pada title bar).

Contoh :

<TITLE>Tips HTML — www.klik-kanan.com</TITLE>

<BODY> Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.

Atribut :
BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, VLINK, ALINK, LEFTMARGIN & TOPMARGIN.

Contoh :

<BODY bgcolor=”#000000″ background=”images/pcb.gif” text=”#FFFFFF” link=”#FF0000″ vlink=”FFFF00″ alink=”#0000FF”>

Sebuah contoh sederhana dokumen HTML :

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Halaman pembuka
</TITLE>
</HEAD>
<BODY bgcolor=”#FFFFFF” background=”images/gambar1.gif” text=”#FF0000″>

Letakkan text, images, dan link Anda di sini
</BODY>
</HTML>
Pengaturan Teks

Untuk mendapatkan halaman web yang baik Anda harus melakukan pengaturan terhadap teks seperti memilih jenis dan ukuran huruf, perataan, dll. Tag-tag di bawah ini yang biasa digunakan dalam pengaturan teks :

Headers: <Hn>..</Hn> Digunakan untuk mengatur ukuran huruf pada header. “n” mempunyai nilai antara 1 – 6 atau antara <H1> sampai <H6>, dengan <H1> merupakan ukuran terbesar dan <H6> merupakan ukuran terkecil.

Contoh :

<H2>Tutorial Html</H2>

Hasilnya akan terlihat seperti :
Tutorial Html

Paragraph Baru: <P> Digunakan untuk pindah alinea atau paragraf. Tag ini bisa diberi akhiran </P> tapi juga bisa tidak diberi.

Line Break: <BR> Digunakan untuk pindah ke baris baru.

No Line Break: <NOBR> Bila digunakan tag ini maka teks yang panjang tidak secara otomatis pindah baris bawahnya bila baris pertama sudah terlalu panjang.

Font <FONT> Untuk mendefinisikan berbagai attribut FONT, yaitu : SIZE, FACE, COLOR.

SIZE: Ukuran font yang digunakan, berkisar antara 1 – 7 dengan 1 merupakan ukuran terkecil dan 7 merupakan ukuran terbesar.

FACE: Jenis atau nama font. Anda bisa memilih maksimal 3 jenis font yang masing-masing dipisahkan oleh koma. Bila terdapat spasi yang terletak pada nama font maka harus digunakan tanda garis bawah ( _ ). Dalam memilih jenis font ini harus dipertimbangkan apakah font yang kita gunakan pada halaman web kita nantinya akan terdapat pada komputer pengguna yang lain (pengakses web kita). Pendeknya kita tidak usah menggunakan font-font yang bentuknya aneh-aneh, gunakan saja font standar. Tapi bila Anda ingin menggunakan font yang sedikit “aneh” Anda bisa menggunakan graphic.

COLOR: Warna font, didefinisikan dengan menggunakan nilai RGB/HEX atau bisa juga langsung menggunakan nama warna (red misalnya).

Contoh :

<FONT SIZE=4 FACE=”Verdana, Arial, Helvetica” COLOR=”#FF0000″>Contoh teks yang berwarna merah</FONT>

Hasilnya akan terlihat seperti :

Contoh teks yang berwarna merah

Contoh lainnya :

<FONT SIZE=2 FACE=”Times_New_Roman” COLOR=”#0066CC”>

Base Font: <BASEFONT> Digunakan untuk mendefinisikan “default text”. Attribut sama dengan attribut FONT. Tag FONT akan mengoverwrite setting pada BASEFONT.

Contoh :

<BASEFONT SIZE=2 FACE=”Arial,Helvetica” COLOR=”#FF0000″>

Selain tag dan atribut di atas, masih terdapat lagi tag-tag yang berhubungan dengan pengaturan teks, yaitu :

Perhatian : Semua tag di bawah ini membutuhkan tap penutup.

<B> Bold text
<I> Italic text
<U> Underscore
<TT> Typewriter
<S> Strikeout – draws a line through the text
<PRE> Preformatted Text <DFN> Definition
<BLINK> Text berkedip (lebih baik jangan digunakan)
<STRONG> Strong
<ADDRESS>
Italic

<CITE> Digunakan untuk quoting text
<CODE> Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<SAMP> Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<KBD> Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<BIG> Ukuran teks akan lebih besar satu ukuran
<SMALL> Ukuran teks akan lebih kecil satu ukuran
<SUP> Membuat tekssuperscript
<SUB> membuat tekssub script
<ABBREV> Abbreviations
<ACRONYM> Untuk akronim
<PERSON> Digunakan untuk indexing
<Q> “Membuat short inline quotation”
<VAR> Membuat variable name, selalu dalam italics.
Lists

Terdapat tiga tipe list yang dapat digunakan, yaitu :

Unordered Lists: <UL> Untuk membuat daftar item dengan tanda bullet. List entries didefinisikan dengan tag <LI>.

Contoh :

<UL>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</UL>

Hasil dari kode di atas adalah:
Item nomer 1
Item nomer 2
Item nomer 3

Dengan atribut TYPE Anda dapat mendefinisikan bentuk disc, circle atau square bullet point.

Contoh :

<UL COMPACT TYPE=square> …

Ordered Lists: <OL> Juga digunakan untuk membuat daftar item, dengan tiap item dapat menggunakan angka arab atau romawi. List entries juga didefinisikan dengan <LI> tag.

Contoh :

<OL TYPE=I>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</OL>

Hasil dari kode di atas adalah :
Item nomer 1
Item nomerr 2
Item nomerr 3

Untuk TYPE Anda dapat juga menggunakan :

1- Default numbers, 1, 2, 3, etc.
A- Huruf besar. A, B, C, etc.
a- Huruf kecil. a, b, c, etc.
I- Romawi huruf besar. I, II, III, etc.
i- Romawi huruf kecil , i, ii, iii, etc.

Definition Lists: <DL>

Contoh :

<DL>
<DT> Item pertama.
<DD> Penjelasan tentang item pertama.
<DT> Item kedua.
<DD> Penjelasan tentang item kedua
</DL>

Hasil dari kode di atas adalah :

Item pertama.
Penjelasan tentang item pertama.
Item kedua.
Penjelasan tentang item kedua
Images

Images :
Digunakan untuk menampilkan image atau animasi gif pada halaman web Anda.

Atribut : alt, align=(center, left, right), hspave, vspace, border, width & height

Contoh :

<IMG SRC=”logo.gif” alt=”Ini adalah logo halaman pembuka” width=200 height=100>

<IMG SRC=”logo.gif” hspace=10 vspace=5 align=right border=2>

Links :
Digunakan untuk membuat link ke halaman lain. Tulisan yang terletak antara <A> dan </A> akan terdapat garis bawah.

Contoh :

<A HREF=”halaman2.html”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke halaman lain.
<A HREF=”mailto:webmaster@klik-kanan.com”>Klik di sini</A> Untuk membuat link pada alamat e-mail.
<A HREF=”#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke bagian lain pada halaman yang sama.
<A HREF=”halamanlain.html#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link kebagian lain pada halaman yang berbeda.
<A HREF=”halaman2.html”><IMG SRC=”gambar.gif”></A> Untuk membuat link dengan menggunakan gambar.
Tabel

Tabel sangat penting artinya dalam desain web. Karena dengan menggunakan tag table Anda dapat membuat halaman web “terbagi” pada beberapa kolom atau baris. Contohnya seperti pada halaman web yang sedang Anda baca ini.

Terdapat tiga tag atau elemen utama yang digunakan dalam pembuatan table : <TABLE>, <TR>, dan <TD>. Yang perlu diingat adalah bahwa tab <TR> dan <TD> harus terletak di antara tag <TABLE> dan </TABLE>

<TABLE>
Terdiri dari atribut :
align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
bgcolor – warna latar belakang (background) dari tabel.
border – ukuran lebar border tabel (dalam pixel).
cellpadding – jarak antara isi cell dengan batas cell (dalam pixel).
cellspacing – jarak antar cell (dalam pixel).
width – ukuran tabel dalam pixel atau percent.
Contoh :

<TABLE align=”center” bgcolor=”#0000FF” border=”2″ cellpadding=”5″ cellspacing=”2″ width=”90%”>

<TR>
Tag ini digunakan untuk membuat baris baru (pada tabel). Terdiri dari atribut:
align – perataan : rata kiri (left), tengah (center) atau kanan (right).
bgcolor – warna latar belakang dari baris.
valign – perataan vertikal : top, middle atau bottom.
Contoh :

<TR align=”right” bgcolor=”#0000FF” valign=top>

<TD>
Tag ini digunakan untuk membuat kolom baru pada tabel.
align – perataan
background – image yang digunakan sebagai latar belakang dari kolom.
bgcolor – warna latar belakang
colspan – lihat gambar contoh
height – ukuran tinggi cell dalam pixels.
nowrap – membuat supaya isi dari kolom tetap berada pada satu baris.
rowspan – lihat gambar contoh
valign – perataan vertikal :top, middle atau bottom.
width – ukuran kolom dalam pixel atau percen.
Contoh :

<TD align=”right” background=”back.gif” bgcolor=”#0000FF” colspan=”3″ height=”200″ nowrap rowspan=”2″ valign=”bottom” width=”300″>
<table width=”100″ border=”1″ cellspacing=”2″ cellpadding=”2″>
<tr>
<td bgcolor=”#0000FF”> &nbsp;</td>
<td bgcolor=”#FFFF66″>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2″ bgcolor=”#FF3366″>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”2″ bgcolor=”#33CC66″>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”3″ bgcolor=”#FFCC99″>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<table width=”100″ border=”0″ cellspacing=”0″ cellpadding=”0″>
<tr>
<td bgcolor=”#0000FF”>&nbsp; </td>
<td bgcolor=”#FFFF66″>&nbsp;</td>
<td rowspan=”2″ bgcolor=”#FF3366″>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”2″ bgcolor=”#33CC66″>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td colspan=”3″ bgcolor=”#FFCC99″>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
Frames 1
<FRAMESET cols=”*,140″>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
</FRAMESET>

2
<FRAMESET cols=”100,*”>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
</FRAMESET>

3
<FRAMESET rows=”100,*”>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
</FRAMESET>

4
<FRAMESET rows=”*,60″>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
</FRAMESET>

5
<FRAMESET rows=”*,60″>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAMESET cols=”50%,50%”>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
<FRAME SRC=”menu2.htm” NAME=”Frame3″>
</FRAMESET></FRAMESET>

6
<FRAMESET cols=”*,50%”>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAMESET rows=”15%,15%,70%”>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
<FRAME SRC=”menu2.htm” NAME=”Frame3″>
<FRAME SRC=”menu3.htm” NAME=”Frame4″>
</FRAMESET></FRAMESET>

7
<FRAMESET cols=”50%,50%”>
<FRAMESET rows=”50%,50%”>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAME SRC=”homepage2.htm” NAME=”Frame2″>
</FRAMESET>
<FRAMESET rows=”50%,50%”>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame3″>
<FRAME SRC=”menu2.htm” NAME=”Frame4″>
</FRAMESET></FRAMESET>

8
<FRAMESET rows=”15%,70%,15%”>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”Frame1″>
<FRAMESET cols=”15%,70%,15%”>
<FRAME SRC=”menu.htm” NAME=”Frame2″>
<FRAME SRC=”menu2.htm” NAME=”Frame3″>
<FRAME SRC=”menu3.htm” NAME=”Frame4″>
</FRAMESET>
<FRAME SRC=”homepage.htm” NAME=”BIG”>
</FRAMESET></FRAMESET>
Kumpulan Tag HTML<!– –> Memberi komentar atau keterangan. Kalimat yang terletak pada tag kontiner ini tidak akan terlihat pada browser
<a href> Membuat link ke halaman lain atau ke bagian lain dari halaman tersebut
<a name> Membuat nama bagian yang didefinisikan pada link pada halaman yang sama
<applet> Sebagai awal dari Java applets
<area> Mendefinisikan daerah yang dapat diklik (link) pada image map
<b> Membuat teks tebal
<basefont> Membuat atribut teks default seperti jenis, ukuran dan warna font
<bgsound> Memberi (suara latar) background sound pada halaman web
<big> Memperbesar ukuran teks sebesar satu point dari defaultnya
<blink> Membuat teks berkedip
<body> Tag awal untuk melakukan berbagai pengaturan terhadap text, warna link & visited link
<br> Pindah baris
<caption> Membuat caption pada tabel
<center> Untuk perataan tengah terhadap teks atau gambar
<comment> Meletakkan komentar pada halaman web tidak tidak akan nampak pada browser
<dd> Indents teks
<div> Represents different sections of text.
<embed> Menambahkan sound or file avi ke halaman web
<fn> Seperti tag <a name>
<font> Mengganti jenis, ukuran, warna huruf yang akan digunakan utk teks
<form> Mendefinisikan input form
<frame> Mendefinisikan frame
<frameset> Mendefinisikan attribut halaman yang akan menggunakan frame
<h1> … <h6> Ukuran font
<head> Mendefinisikan head document.
<hr> Membuat garis horizontal
<html> Bararti dokumen html
<i> Membuat teks miring
<img> Image, imagemap atau an animation
<input> Mendefinisikan input field pada form
<li> Membuat bullet point atau baris baru pada list (berpasangan dengan tag <dir>, <menu>, <ol> and <ul> )
<map> Mendefinisikan client-side map
<marquee> Membuat scrolling teks (teks berjalan) – hanya pada MS IE
<nobr> Mencegah ganti baris pada teks atau images
<noframes> Jika browser user tidak mendukung frame
<ol> Mendefinisikan awal dan akhir list
<p> Ganti paragraf
<pre> Membuat teks dengan ukuran huruf yg sama
<script> Mendefinisikan awal script
<table> Membuat tabel
<td> Kolom pada tabel
<title> Mendefinisikan title
<tr> Baris pada tabel
<u> Membuat teks bergaris bawah
Kode untuk karakter khususSimbol Karakter yg ditampilkan
&quot; “
&amp; &
&lt; <
&gt; >
&OElig; Œ
&oelig; œ
&Scaron; Š
&scaron; š
&Yuml; Ÿ
&circ; ˆ
&tilde; ˜
&ensp;
&emsp;
&thinsp;
&zwnj;
&zwj;
&lrm;
&rlm;
&ndash; –
&mdash; —
&lsquo; ‘
&rsquo; ’
&sbquo; ‚
&ldquo; “
&rdquo; ”
&bdquo; „
&dagger; †
&Dagger; ‡
&permil; ‰
&lsaquo; ‹
&rsaquo; ›
&euro;

Published in: on October 8, 2007 at 8:34 am Leave a Comment

VB


Visual Basic: Hide Proses di Windows









Visual Basic: Hide Process di
Windows

Oleh: Schizoprenic





Sebelumnya mungkin Anda pernah bahkan sering menjumpai warnet-warnet
yang menjalankan billing online dan mungkin karena Anda penasaran atau
karena merasa terganggu dengan aplikasi billing tersebut kemudian Anda
mencoba mematikan aplikasi client billing tersebut dengan cara menekan
tombol CTRL+ALT+DEL agar dapat mematikan aplikasi billing tersebut secara
paksa, tapi apa yang terjadi ? tombol tersebut tidak berfungsi dan tidak
bereaksi atau mungkin bisa di buka tapi tidak ada satu pun daftar proses
yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.



Mini windows yang
berisi daftar aplikasi yang sedang aktif


Anda ingin tahu rahasianya..? tanyakan saja kepada gali..
uppss malah jadi iklan hehehe. Okeh lanjut. Hmm sebelumnya tentu Anda
perlu mengetahui sedikit cara membuat aplikasi di Visual Basic J, kemudian
memiliki aplikasi Visual Basic (gunakan versi 6.0). Langsung saja, saya
akan coba jelaskan sedikit teknik pemrogramannya.


Untuk menghilangkan proses aplikasi dari daftar proses, Anda
perlu melakukan pemanggilan fungsi API (API Calls Declaration) yaitu
dengan melakukan pemanggilan fungsi:


Declare
Function GetCurrentProcessId Lib “kernel32″ () As Long

Declare Function
GetCurrentProcess Lib “kernel32″ () As Long

Declare Function
RegisterServiceProcess Lib “kernel32″ (ByVal dwProcessID As Long, ByVal
dwType As Long) As Long


Tidak sulit kok menggunakan fungsi
di atas, apalagi Visual Basic cukup powerfull bermain dengan API Calls
(heheheh… iya lah wong bikinannya Microsoft :P ). Terus bagaimana cara
menggunakan fungsi di atas ? Begini, perlu Anda pahami bahwa di windows,
program-program yang berkaitan dengan system (aplikasi yang di jalankan
dengan ID System) tidak akan di tampilkan dalam daftar proses (run
background). Nah di sinilah fungsi di atas tadi bisa kita manfaatkan yaitu
dengan merubah ID dari aplikasi kita yang ber ID Normal di ganti dengan ID
yang berpangkat System (hehe.he..), jadi masuk akal bukan ?.


Langsung saja ke tingkat praktis, sekarang buka Aplikasi
Visual Basic Anda, kemudian add new module ke dalam aplikasi tersebut,
berilah nama sesuka Anda (misalnya saja: hide.bas). Kemudian isi hide.bas
dengan kode berikut ini:


FILE: HIDE.BAS


‘******** Process ID API Calls


Declare Function GetCurrentProcessId Lib “kernel32″ () As
Long
Declare Function GetCurrentProcess Lib “kernel32″ () As
Long
Declare Function RegisterServiceProcess Lib “kernel32″ (ByVal
dwProcessID As Long, ByVal dwType As Long) As Long
Public Const
Make_System_Process = 1
Public Const Make_Normal_Process =
0


Public
Sub SetService(HideProcess As Boolean)
Dim Process_Code As Long,
Return_Service As Long
    If HideProcess
Then
          Process_Code =
GetCurrentProcessId()
         Return_Service
= RegisterServiceProcess(pid,
Make_System_Process)
    ElseIf Not HideProcess
Then
        Process_Code =
GetCurrentProcessId()
       Return_Service
= RegisterServiceProcess(pid,
Make_Normal_Process)
   End If
End Sub



Optional saja, Anda bisa memanggilnya pada saat form di load

Sub main()
   If App.PrevInstance Then End
‘ Jika aplikasi yang sama aktif, matikan!
   SetService
True ‘ Menyembunyikan dari daftar proses
   Load frmmain
‘ Jalankan form utama !
End Sub


Coba liat ilustrasi gambar berikut ini !




Anda bisa juga memanggil fungsi ‘SetService’ tidak
melalui Sub Main(). Jika Anda menggunakan form sebagai StartUp-nya, Anda
bisa memanggilnya pada saat form di load, lihat contoh berikut:


Private Sub
Form_Load()
    SetService True
End
Sub


Kalau Anda ingin aplikasi Anda tidak terlihat di taskbar dan screen
Anda bisa melakukannya dengan mengatur properties di Form dengan option
berikut:


frmMain.ShowInTaskbar =
false
frmMain.Visible = false


Setelah program yang Anda buat selesai dan tidak ada error, compile
program yang Anda buat ke EXE file. Jalankan program tersebut and look
it’s be stealth hehehe…


Coba lihat beberapa sampel gambar berikut :




Anda bisa melihat nama aplikasi ‘Bot’ terlihat di daftar
proses, oke sekarang kita akan melihat perbedaannya dengan melakukan
pemanggilan fungsi ‘SetService’. Lihat gambar di bawah ini:





Oke selamat mencoba and good luck! You must believe me
that knowledge is power heheh….hehe..




Property Of Xnuxer Research
Copyright ©
2002

Published in: on at 8:29 am Leave a Comment